Selasa, 06 September 2011

Cara Menggunakan Transmisi Matik yang Aman







Selama ini kecelakaan mobil terjun dari gedung bertransmisi automatic, apakah ini pertanda bahwa pemahaman cara mengemudikan transmisi automatic untuk orang Indonesia masih belum matang? mungkin hal itu bisa dibilang benar karena seluruh kecelakaan terjunnya mobil dari gedung memakai transmisi automatic semua. Memang cara mengendarai transmisi automatic berbeda tetapi perbedaannya tidak begitu jauh. Ada beberapa cara agar anda bisa memahami bagaimana cara mengemudikan transmisi automatic sehingga anda bisa terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan tersebut:
1. Bila anda sudah ingin start dengan transmisi matic anda pertama-tama injak pedal rem dan kemudian geser tuas transmisi menuju R atau D (sesuai kebutuhan anda).
2. Setelah digeser lepas pedal rem yang anda injak dibarengi dengan menonaktifkan parking brake.
3. Setelah melepas rem dan menonaktifkan parking brake injak pedal gas secara perlahan, jangan menginjak pedal gas secara mendadak atau terlalu dalam karena dapat mempengaruhi konsumsi BBM dan dapat membuat mobil “loncat”.
4. Bila anda terjebak macet dan anda harus berhenti usahakan untuk menggeser tuas transmisi ke N karena bila tidak digeser dapat membuat kopling transmisi automatic menjadi cepat habis.
5. Bila melewati jalanan menanjak yang terjal geser tuas transmisi dari D ke L/1 karena posisi ini merupakan posisi dimana letak gear berada di tempat paling ringan sehingga mudah untuk melewati tanjakan. Tetapi apabila tanjakan yang tidak terlalu terjal bisa di letakkan di 2/L2/D2
6. Bila sudah memarkirkan kendaraan geser tuas dari D ke P karena biasanya anak kunci tidak akan bisa dilepaskan.

Tips aman menerjang banjir untuk montor bebek







Untuk pemilik motor jenis bebek (bukan skubek) berikut tips ringan mencegah motor tidak mogok saat menerjang banjir.
Balik Standar
Bagian-bagian yang dilepas, seperti pelindung kaki (tameng) dipasang kembali. Atau bodi yang sudah dimodifikasi, semisal sepatbor depan dan belakang, balikkan ke standarnya. Begitu juga mesin, tenaga yang besar (akibat sudah dimodifikasi) bisa membuat roda belakang spin. Kalau gejala itu berlangsung saat menikung, bisa-bisa terjatuh.
Tekanan Angin Ban
Saat musim hujan begini, pemakaian ban jenis semi-slick kurang tepat. Daya cengkerem kurang gigit dan sebaiknya kembali menggunakan ban standar, baik depan maupun belakang. Sebelum jalan – bila kondisi jalan basah (bertepatan hujan) – periksa tekanan angin ban. Pastikan tidak melewati ukuran standar, malah dikurangi 1-2 psi agar permukaan ban minimal 70% menapak ke aspal.
Lindungi Busi
Untuk mencegah agar busi tidak terendam air, lindungi dengan plastik akrilik dengan memanfaatkan sisi kiri dan kanan tameng sebagai peganggannya. Mulai dari bagian paling bawah tameng menutupi blok mesin. Agar plastik tidak koyak (karena terkena tekanan air, trus membentur kepala silinder) bagian atas dan bawah dikasih triplek atau bisa juga bambu. Boleh dilem atau diikat dengan kawat halus.
Untuk menempelkan plastik akrilik ke tameng bisa menggunakan plakban atau solatape (bukan dari kertas) yang lebar. Ketika menerjang banjir, upayakan kecepatan rata (5 km/jam) jangan dientak-entak yang bisa membuat air masuk melepas pelindung.
Kepala Busi di Sealer
Sekalipun busi sudah dilingdungi, untuk lebih meyakinkan, sambungan kepala busi dengan kabel sebaiknya diberi cairan perapat (sealer) untuk menutupi lubang pernafasan.
Tutup plastik
Seumpama ketinggian air hampir menutupi roda, kalau mau tetap melewati, jangan mengandalkan mesin hidup. Lebih baik didorong (mesin matikan), namun sebelum menerabas lakukan langkah-langkah ini. Copot kabel busi ujungnya ditutup dengan plastik (diikat karet).
Begitu juga dengan blok dan kepala silinder. Kalau masih panas, tunggu sampai dingin, baru dibungkus dengan plastik (bila perlu berlapis ganda) dan diikat pakai karet.
Stik Oli
Periksa tongkat pengukur oli mesin dan pastikan masih rapat. Kalau sudah longgar, sebaiknya ditutup juga dengan plastik agar air tidak masuk bercampur dengan oli.
Knalpot
Jangan lupa knalpot sambung memakai slang dan ikatkan ke plat nomer polisi agar air tidak masuk lewat knalpot saat mesin mati.
Jika sudah lolos dari menerjang banjir, copot semua pelindung, tunggu beberapa menit agar air jatuh. Bila perlu dibantu dengan memiringkan ke kiri dan kekanan. Trus, pasang standar tengah, tekan ke belakang dan ke depan beberapa kali. Baru kemudian nyalakan mesin dan tunggu beberapa menit.
Sumber: Kompas
SETELAH MELEWATI GENANGAN AIR
Pengendara motor yang sering melewati daerah-daerah yang rawan banjir tentu khawatir saat musim hujan tiba. Hal ini mengingat gangguan atau kerusaan yang mungkin timbul pada motor saat melewati banjir, apalagi kalau air tersebut sampai masuk ke dalam mesin.
Oleh karenanya untuk menghindari kerusakaan, perhatian pada mesin motor yang sempat terendam air hendaknya dilakukan, antara lain dengan mengganti oli karena mungkin oli yang lama kemasukan air. Meski relatif mudah untuk dilakukan, langkah ini hendaknya ditangani oleh mereka yang lebih ahli dibengkel agar bisa sekaligus dikuras.
Disamping itu, pemilik sepeda motor juga dapat memeriksa bagian busi. Bukalah busi dan bersihkan dengan cermat agar sistem pengapian tidak terganggu. Dan sebaiknya ganti busi dengan yang baru demi mendapatkan performa motor yang maksimal.
Kemudian ada baiknya lubang busi diberi pelumas sedikit agar bagian dalam lubang busi yang mungkin terkena air tidak mengalami korosi atau karat yang dapat menggangu dikemudian hari.
Untuk memastikan ”kesehatan” mesin, sebaiknya lakukan proses tune up agar komponen-komponen dalam mesin yang mungkin sudah tidak layak pakai seperti saringan udara dan saringan bensin bisa terdeteksi dan dapat segera diganti agar performa motor bisa tetap optimal.
Jangan lupa memeriksa bagian rem karena air yang masuk dalam sistem pengereman akan meninggalkan kotoran, kalau udah begini , gangguan seperti bunyi yang muncul saat pedal rem diinjak sampai rem yang tidak pakem seringkali muncul.
Untuk itu, selain membersihkan bagian ini, bagi yang menggunakan rem tromol penggunaan ”jalur air” pada kanvas rem ke tromol tidak terhambat oleh debu dan air yang sangat mungkin masuk kedalam sistem pengereman. Sinilah fungsi ”jalur air” tadi dimana ia dapat mengurangi debu dan air yang masuk.

10 Tips Agar Tidak Mengantuk Saat Mengemudi Mobil

Sering kali tanpa kita sadari,begitu banyak kecelakaan dijalan raya,baik yang kecelakaan tunggal maupun tabrak beruntun.Faktor utama kecelakaan mobil,adalah pengemudi mengantuk atau,stamina dan kondisi badan yang tidak fit saat mengemudi.




Beberapa tips menurut Teraskompaz,agar kondisi badan tetap segar saat mengemudi adalah :
1. Makan dan minum secukupnya sebelum mengemudi
2. Tambah vitamin atau suplemen makanan,agar tetap fit
3. Jangan minum alkohol atau minuman yang bersifat merangsang adrenalin.
4. Beristirahatlah bila merasa lelah,atau ngantuk
5. lakukan senam sederhana,seperti geleng kepala,memutar kepala,atau,gerakan lainnya sekitar leher dan kepala.
6. Sedia air minum secukupnya,bila perlu siapkan makanan kecil
7. Jangan memakai sabuk (bila memakai) terlalu kencang,sehingga,pernafasan tidak terganggu.
8. Jangan melamun..tetap konsentrasi
9. tidur secukupnya,bila hendak berpergian jauh.
10. Dan yang paling utama,berdoa sebelum berkendara.
11. …………..tambah kan yahhh……

Cara Aman Mengemudi Jarak Jauh bagi Wanita






1. Pastikan rute yang akan dilalui
Memastikan rute tidak hanya sebatas menentukan arah dan jalan yang biasa dilalui oleh pengemudi lain. Namun, Anda juga wajib memastikan bahwa rute tersebut memiliki tingkat keamanan - baik kondisi jalan maupun aman dari aksi kejahatan - yang lebih dibanding rute alternatif.
“Keamanan bukan hanya aman dari aksi kejahatan, tetapi juga aman dari risiko kecelakaan atau kemungkinan mobil mengalami gangguan,” ujar Hendra.Selain itu, memastikan bahwa di sepanjang rute terdapat beberapa fasilitas yang mendukung perjalanan. “Misalnya cukup tersedia stasiun pompa bensin, bengkel, dan pos atau kantor polisi,” kata Hendra.Bila Anda terpaksa harus melalui jalan itu, maka pastikan bahwa rute tersebut maka pastikan bahan bakar yang ada di tangki mobil masih mencukupi hingga stasiun pompa terdekat. Syukur-syukur bila Anda bisa menghemat konsumsi bahan bakar mobil.Untuk memastikan rite tersebut sebaiknya membaca peta terlebih dahulu, kemudian menentukan rute yang aman, terdekat, serta tidak mengganggu kenyamanan berkendara.

2. Periksa tekanan angin ban dan kondisi mesin
Sebagai langkah mengantisipasi mobil kehabisan bahan bakar dan kemungkinan mogok di tengah jalan, sangat disarankan untuk memeriksa tekanan angin ban dan kondisi mesin. Ban yang bertekanan angin kurang dari standar, selain menjadikan mobil boros bahan bakar juga menjadikan ban rawan bocor, bahkan kecelakaan karena ban pecah.
“Bila kehabisan bahan bakar atau ban bocor di jalur yang sepi berpotensi mengundang minat orang jahat. Begitu pun saat mobil mogok,” terang Hendra.Bagian mesin yang perlu diperiksa antara lain, aki, air radiator, serta beberapa kabel kelistrikan. Untuk memeriksa bagian-bagian itu tidak harus melepas atau membuka satu per satu bagian, tetapi cukup memanasi mesin mobil beberapa saat sebelum melakukan perjalanan.Pemeriksaan itu wajib dilakukan. Pasalnya, sebagian besar wanita cenderung mengabaikan bagian tersebut, karena mereka kurang tertarik mesin, ban, dan kabel kelistrikan.

3. Hindari mengemudi secara agresif
Kata agresif yang dimaksud disini adalah memacu mobil dengan kecepatan yang tidak konstan, serta melakukan manuver yang tidak perlu. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, cara mengemudi seperti itu juga cenderung menjadikan mobil boros bahan bakar.Akibatnya mobil pun kehabisan bahan bakar di tengah jalan. Bahkan, tidak sedikit diantara para pengemudi wanita yang berperilaku seperti itu mendapati mobilnya mogok di tengah perjalanan karena permasalahan di mesin.

4. Pakailah pakaian yang nyaman untuk bergerak
Memakai rok atau celana jeans yang ketat, akan membatasi keleluasaan Anda dalam bergerak. Terlebih bila Anda melakukan berbagai gerakan manuver di tengah perjalanan.
“Kesulitan akan semakin banyak Anda temui bila harus keluar masuk mobil. Karena itu gunakan pakaian yang memberikan keleluasaan,” saran Hendra.

5. Siapkan peralatan darurat, makanan, dan minuman
Beberapa bekal yang wajib Anda persiapkan adalah peralatan darurat bila mobil mengalami masalah di tengah perjalanan. Lampu senter, nerbagai ukuran kunci pa, kunci roda, dongkrak, adalah beberapa peralatan yang wajib Anda lakukan.Selain itu, sangat disarankan Anda membawa makanan dan minuman. Hal itu untuk berjaga-jaga bila perut Anda keroncongan dan kehausan, sementara Anda tidak menemukan tempat makan atau mnium yang benar-benar aman dan nyaman.

6. Bawalah alat komunikasi dan peta
Alat komunikasi dan peta merupakan dua barang yang tidak boleh ketinggalan. Begitu pun dengan peta. Hal itu untuk mengantisipasi bila terjadi kemacetan atau kondisi darurat lainnya, sehingga Anda mau tidak mau harus mengambil jalur alternatif.Pada saat itulah Anda harus melihat peta. Setelah itu hubungilah teman, saudara, atau kenalan yang pernah melalui jalan itu untuk memastikan kondisi jalan dan keamanannya.Jangan lupa untuk mencatat nomor-nomor telepon penting seperti kantor polisi dan lembaga bantuan lainnya. “Yang pasti nomor telepon orang-orang terdekat Anda,” ujar Hendra mewanti-wanti.

“CARA MERAWAT VELG (PELEK)”







Sepanjang musim hujan berlangsung, kebersihan dan kondisi velg (pelek) -- khususnya dari jenis aluminium -- tentu banyak mengalami gangguan. Tak saja berakibat meredupnya kilau, ancaman korosi dan munculnya flek sering tidak dapat dihindari.
- Bersihkan velg dengan menyemprotkan air bertekanan dan bilas kemudian setelah menyabunnya pada seluruh permukaan. Gunakan sikat gigi bekas untuk membantu menghilangkan kotoran pada bagian pinggir dan lekukan velg. Setelah mengeringkan dengan kain lap halus, velg yang utuh perlu dipoles untuk mengembalikan kilaunya.

- Jangan mudah memutuskan untuk menggosok velg dengan bahan kimia yang memiliki daya abrasif tinggi (antara lain seperti senyawa chrome polish, rubbing compound, ordinary wax yang memang dibuat untuk mengkilapkan cat bodi). Bila itu dilakukan, velg aluminium justru tak bakal kinclong, walaupun beberapa flek bisa segera hilang dengan hanya beberapa kali usap.

- Bila velg telah kehilangan lapisan antikarat, Anda boleh membersihkan permukaan velg dengan senyawa kimia seperti kompon atau mag wheel polish. Setelah bersih, idealnya velg jenis ini Anda lapisi dengan cat baru setelah sebelumnya diampelas rata pada seluruh permukaannya. Ini akan membantu menahan serangan korosi yang semakin meningkat di musim hujan.

- Sementara terhadap velg yang tak dilapisi bahan anti karat, disarankan untuk segera menutupinya dengan cat baru lengkap dengan lapisan vernisnya. Ini penting karena tingkat korositas akibat serangan garam dan kelembaban jalanan akan semakin tinggi di musin hujan seperti sekarang.

- Bersihkan pula sisi dalam velg karena bagian ini sering luput dari pandangan sekilas mata. Endapan kotoran di bagian ini -- khususnya akibat proses kerja rangkaian rem -- biasanya lebih bersifat korosif. Kotoran yang menempel di sisi ini biasanya juga lebih sukar dibersihkan karena velg aluminium lebih rentan terhadap serangan 'remah-remah' logam lain.

“CARA MEMASANG HELM DENGAN BENAR”

Bagian kepala melekat rapat
Pada helm terdapat label ukuran mulai dari XS, S, M, L, XL, dan XXL. Huruf-huruf tersebut bukan menandakan besarnya benda pelindung kepala itu, melainkan lingkar rongga helm yang disesuaikan dengan lingkar kepala si pemakai.
Ukuran "S" direkomendasi untuk yang mempunyai lingkar kepala 56-57 cm, sedangkan "M" = 58 cm, "L" = 59-60 cm, "XL" = 61-62 cm, dan "XXL" = 62-64 cm. "Sejumlah produk di berbagai negara, ada yang beda tapi sedikit. Seperti 'S' ada juga yang 59 cm dan 'L' ada yang 61 cm," ungkap Hendry Tejakusuma,
Pemakaian helm dengan ukuran yang benar bisa dilihat dari beberapa indikasi. Pertama, semua permukaan melekat rapat di kepala, tetapi tidak sampai terasa sakit atau dipaksa masuk. Kemudian, tidak terlalu menekan, juga jangan terlalu longgar.
Ketika kepala masuk, pipi sedikit seperti tertekan (jangan sampai menggangu konsentrasi). Setelah itu, coba dorong ke kiri dan kanan, jika bergesernya dengan mudah berarti ukurannya kebesaran. Satu lagi, coba dorong helm (pakai jempol dari bawah dagu) dan tarik. Jika goyangannya lebih dari 45 derajat, berarti ukurannya terlalu besar alias longgar.
Terakhir, rasakan pandangan mata. Gerakkan mata ke kiri dan kanan, jika ada yang mengganggu, itu menandakan bahwa ukurannya kebesaran.

7 Tips Berkendara Motor Yang Aman

1. Selalu Pastikan Motor layak Jalan
Pastikan bagian motor mulai dari Rem , Lampu-lampu (indokator), Spion, Mesin, dan Chasis berfungsi dengan benar











2. Gunakan Pelindung diri
Pelindung diri meliputi Helm (Minimal berstandart SNI), Jaket, Sarung tangan

3. Selalu Patuhi Rambu-Rambu lalu lintas
Dengan mematuhi rambu lalu lintas selain nyawa kita selamat, dompet kita juga pasti aman

4. Selalu menjaga Jarak
Jaga jarak dengan pengendara lainnya, terutama yang bermuatan besar

5. Selalu Siap Untuk Kecelakaan
Hal ini untuk mengingatkan kita untuk selalu waspada di jalan terutama di belokan, simpangan, tanjakan dan jalan-jalan yang ramai seperti pasar atau sekolah

6. Bila mungkin hindari berkendara di malam hari
Tapi kalau mengharuskan berkendara dimalam hari usahakan untuk selalu terlihat dengan memasang stiker skotlet dikendaraan dan helm kita

7. Selalu Hormati Pengendara dan pengguna jalan lainnya